Tips Bayi

Usia dan Pola Makan Ayah Bisa Menyebabkan Bayi Cacat Lahir

Ternyata tidak hanya perempuan saja yang berisiko mengandung bayi cacat pada usia di atas 35 tahun. Laki-laki yang sudah berusia di atas 40 tahun juga memiliki risiko yang sama. Sebuah penelitian menemukan pada ayah yang berusia lebih dari 40 tahun yang berencana untuk memiliki anak, ada risiko bahwa anak tersebut lahir cacat. Tidak hanya itu, asupan makan dan pola hidup yang dimiliki ayah, menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Kenapa usia dan pola makan ayah mempengaruhi apakah bayi lahir cacat?

Pada dasarnya memang yang paling mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin adalah pola makan serta pola hidup ibu. Namun, ternyata ayah yang memiliki kebiasaan minum alkohol, memiliki pola hidup yang tidak baik, dan tidak mengonsumsi makanan yang sehat berdampak juga pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Seorang anak bisa saja mengalami fetal alcohol spectrum disorder walaupun ibunya tidak memiliki riwayat mengonsumsi alkohol sama sekali. Hal ini bisa diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol yang dimiliki ayahnya. Sesuai dengan anggapan tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Georgetown University Medical Center, diketahui bahwa sebesar 75% anak yang mengalami fetal alcohol spectrum disorder memiliki ayah yang alcoholik dan hal ini mempengaruhi perkembangan anak hingga di masa yang akan datang.

Selain itu, temuan lain yang ditemukan oleh para ahli dalam penelitian tersebut adalah:

  • Usia ayah yang cukup tua berhubungan dengan peningkatan kejadian skizofrenia, autisme, dan kecacatan saat lahir pada anak.
  • Konsumsi makanan yang tidak sehat yang dilakukan ayah bahkan sejak ia remaja akan berpengaruh pada perkembangan janin dan meningkatkan kejadian penyakit jantung pada anak dan cucunya.
  • Ayah yang obesitas menyebabkan perubahan metabolisme pada tubuhnya yang kemudian berisiko terjadi perubahan genetik pada gen anaknya, yang dapat mengakibatkan kanker.
  • Stress yang sering dialami oleh ayah dihubungkan dengan dengan gangguan psikososial pada anaknya kelak.
  • Kebiasaan meminum alkohol yang dimiliki ayah, mempengaruhi berat badan lahir anak yang kemudian dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif anak.

Usia ayah menyebabkan perubahan gen

Penelitian yang meneliti tentang pola hidup ayah dengan pertumbuhan dan perkembangan janin masih sangat sedikit. Oleh karena itu, sampai saat ini belum jelas apa hubungannya. Namun, para ahli beranggapan bahwa hal ini terkait dengan perubahan gen dari ayah yang diakibatkan oleh pola hidup yang tidak baik kemudian diturunkan kepada anaknya. Teori ini disebut sebagai epigenetik, yaitu perubahan yang terjadi pada DNA manusia yang diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya faktor lingkungan, yang dapat diturunkan ke generasi-generasi selanjutnya.

Ayah yang sudah berumur lebih dari 40 tahun berpeluang lebih besar untuk menghasilkan sperma yang kualitasnya kurang baik, dan hal ini yang dianggap sebagai salah satu faktor risiko kecacatan pada anak. Tidak hanya cacat, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa usia ayah dapat menyebabkan keguguran, autisme, skizofrenia, Down’s syndrome, sistem muskulosketetal yang abnormal, hingga kecacatan pada organ jantung. Selain kualitas sperma yang mungkin kurang bagus, peneliti menyebutkan bahwa perubahan genetik merupakan salah satu faktor dari kejadian ini.

Pola makan ayah juga memicu perubahan DNA

Lalu bagaimana dengan pola makan dan hidup ayah yang berpengaruh pada kesehatan janin? Sama seperti hipotesis sebelumnya yang mengatakan bahwa perubahan DNA berperan dalam hal ini. Pola makan yang buruk serta kondisi stress yang sering dialami ayah, akan mengubah DNA ayah yang kemudian diturunkan kepada generasi selanjutnya. Penelitian yang dilakukan pada tikus juga menyatakan bahwa ayah tikus yang mengalami stress ternyata memiliki anak tikus yang mengalami gangguan mental dan tingkat stress yang lebih tinggi.

Perilaku sering mengonsumsi alkohol dan merokok juga dapat mempengaruhi DNA pada sperma ayah. Penelitian yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa ayah tikus yang sering diberikan alkohol memiliki anak tikus yang berat badan lahirnya rendah dan gangguan kognitif yang terlihat ketika anak tikus ditempatkan di dalam labirin kecil.

Terbatasnya bukti ilmiah membuat hubungan ini masih belum jelas dan perlu dilakukan penelitian  lebih lanjut akan hal ini. Namun tidak ada salahnya jika Anda menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat, menghindari rokok, tidak meminum alkohol, serta melakukan olahraga yang rutin. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan Anda namun juga bermanfaat untuk kesehatan keluarga serta anak cucu Anda.

Anak Sesak, Bolehkah Menggunakan Nebulizer di Rumah?

Nebulizer merupakan mesin yang mengubah obat asma menjadi asap sehingga mudah dihirup dan cepat masuk ke paru-paru. Alat ini sangat efektif untuk digunakan – terutama bagi bayi atau balita yang kesulitan memakai inhaler saat asma menyerang. Nantinya, si kecil akan bernafas melalui corong atau masker wajah.

Terapi menggunakan nebulizer ini biasa disebut ‘perawatan napas’. Anak tidak perlu melakukan apa pun saat menerima perawatan. Mereka hanya diam di satu tempat dan menggunakan corong wajahnya.

Namun, terapi akan berjalan kurang efektif apabila anak menangis saat melakukannya. Sebab, obat-obat yang ada pada nebulizer perlu dihirup, dan menangis hanya akan menghambatnya.

Menggunakan Nebulizer di Rumah

Nebulizer tersedia dalam berbagai macam varian dan bentuk. Ada yang besar dan perlu dicolok ke listrik, ada pula yang portabel sehingga mudah dibawa. Keduanya bisa Mama gunakan ketika berada di rumah. Tidak perlu ke rumah sakit.

Ya, Mama boleh menggunakan nebulizer sendiri di rumah. Namun, ada hal yang harus dilakukan terlebih dahulu. Sebelumnya, Mama wajib mendapatkan resep dari dokter. Mama juga harus mendapatkan penjelasan lengkap dari dokter anak mengenai cara dan berapa lama waktu yang dibutuhkan saat menggunakan nebulizer.

Pastikan dokter melakukan demonstrasi penggunaan nebulizer yang tepat. Sebab, penggunaan nebulizer yang tidak benar akan menyebabkan jumlah obat yang masuk ke paru-paru anak jadi lebih sedikit.

Sebaiknya, Mama juga meninjau ulang instruksi yang diberikan sebelum menggunakan nebulizer. Berlatihlah di rumah secara terus menerus hingga Mama merasa aman dan nyaman mempraktekannya. Nantinya, Mama juga bisa mengajarkan anak menggunakan nebulizer sendiri. Biarkan mereka terlibat agar tidak takut saat melakukan terapi.

Oh iya, setelah digunakan, Mama wajib menjaga kebersihan nebulizer. Apabila mesin tidak dibersihkan, bakteri dan kuman bisa tinggal di sana. Tentunya, itu akan semakin membahayakan pernapasan anak Mama.

Jika memiliki pertanyaan tentang nebulizer atau Mama merasa kondisi anak tidak membaik setelah menggunakan alat tersebut, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter. Meski bisa dilakukan sendiri, tapi meminta saran dari yang ahli tetap penting ya, Ma!

Amankah Mencuci Baju Bayi dengan Deterjen Biasa?

Saat ini di pasaran tersedia berbagai produk deterjen, termasuk deterjen khusus untuk mencuci pakaian bayi. Namun cukup banyak ibu yang mengeluh deterjen khusus tersebut tidak cukup ampuh menghilangkan noda.
Penggunaan deterjen biasa juga dinilai lebih hemat karena harga produk khusus bayi biasanya tidak murah. Sayangnya mencuci pakaian bayi dengan deterjen biasa dikhawatirkan bisa berdampak buruk, mengingat kulit bayi sangat sensitif.

Menurut Mary Spraker, dokter spesialis kulit anak, pada dasarnya jika bayi tidak memiliki alergi atau kulit yang terlalu sensitif, boleh saja memakai deterjen biasa.

Jika Anda ingin memakai deterjen biasa, pilihlah yang berbentuk cair karena lebih gampang dibilas. “Deterjen bubuk cenderung meninggalkan residu pada bahan pakaian yang bisa mengiritasi kulit bayi,” kata Spraker.

Untuk memastikan kulit bayi tidak sensitif terhadap deterjen biasa, cobalah mencuci satu atau dua pakaian bayi dengan deterjen biasa. Jika kulit bayi tak ada masalah, maka bisa dilanjutkan.

Gejala iritasi pada kulit bayi ditandai dengan bercak kemerahan atau gatal-gatal. Jika ini yang terjadi cobalah memilih deterjen yang tidak mengandung pengharum. Jika reaksi iritasi masih muncul, mungkin Anda perlu mengulang beberapa kali proses pembilasan sampai benar-benar bersih.

“Alergi pada pengharum dalam deterjen pakaian sebenarnya cukup jarang, tetapi hal itu mungkin saja terjadi,” katanya.

Waspadai juga bila bayi menunjukkan gejala eksim yang ditandai dengan kulit merah, kulit kering, terutama di bagian sekitar wajah, siku dan tumit. Konsultasikan pada dokter untuk meminta terapi pengobatan dan produk perawatan kulit yang sesuai.

Bayi yang menderita eksim atau dermatitis atopik biasanya juga sensitif pada bahan-bahan yang terdapat dalam sabun.

Tips Memilih Detergent Bayi

Kulit bayi apalagi yang baru lahir memang sensitif. Oleh karena itu jika berhubungan dengan baju bayi ekstra dicermati untuk penggunaan detergent. Di pasaran banyak detegent yang dikhususkan untuk baju bayi namun kurang efektif untuk menghilangkan noda. Jika memang mau menggunakan detergent biasa wajib diperhatikan beberapa hal agar anak terhindar dari alergi detergent. Apa sajakah itu :

  1. Pilih detergent cair yang rendah busa karena detergent bubuk selalu meninggalkan residu pada pakaian. Ibu bisa pilih seperti Ougi Detergent yang rendah busa namun aman untuk kulit sensitif
  2. Hindari penggunaan detergent yang menggunakan parfum yang menyengat. Pada beberapa kasus, parfum detergent menjadi salah satu pencetus alergi pada kulit bayi yang ditandai dengan ruam-ruam kemerahan.
  3. Cek pada komposisi sabunnya, pilih detergent yang menggunakan soda api paling rendah. Bahan kimia inilah yang menjadi pemicu gatal-gatal pada kulit.
  4. Baju bayi tidak membutuhkan pelembut dan pewangi pakaian karena terdapat residu pada pelembut pakaian yang dikhawatirkan menimbulkan alergi pada kulit bayi.

Manfaat Menggunakan Detergent Khusus Bayi

Di pasaran kita sudah sering melihat banyaknya detergen yang beredar dengan segala jenis fungsi dan kegunaan. Baik detergen dengan jenis cair dan bubuk atau yang memang dibuat dengan fungsi khusus seperti digunakan untuk mesin cuci ataupun yang digunakan untuk mencuci dengan tangan. Dari sekian detergen yang ada, salah satunya adalah detergen bayi yang bagus yang memang di desain untuk mencuci baju bayi.

Penggunaan detergen sesuai dengan fungsinya adalah hal yang paling tepat. Hal ini dikarenakan setiap detergen memiliki formula khusus yang dapat berfungsi sempurna ketika di terapkan pada hal yang benar. Begitu juga dengan detergen bayi. Penggunaan detergen ini menjadi sangat tepat untuk digunakan pada pakaian bayi.

Menggunakan detergen yang tepat untuk mencuci pakaian bayi bukan hanya dapat membuat formula pembersih pada detergen berlaku secara sempurna. Namun juga terdapat beberapa manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari menggunakan khusus detergen bayi yang bagus.
Berikut beberapa keuntungan menggunakan detergen bayi yang bagus :

Pakaian lebih awet

Penggunaan detergen bayi yang bagus untuk mencuci perlengkapan bayi seperti clodi, pakaian bayi, atau yang lainnya memang dapat menjaga kain dan tekstur nya tetap seperti sedia kala. Hal ini dikarenakan partikel detergen yang digunakan sebagai pembersih dibuat selembut mungkin untuk menyesuaikan dengan perlengkapan bayi yang memang selalu di buat lembut. Hal ini akan membuat serat detergen bayi yang baguskain lebih awet dan tahan lama dibandingkan di cuci oleh detergen umum untuk pakaian dewasa.

Lebih Higienis

Hampir semua detergen bayi memiliki formula khusus untuk menjaga pakaian si kecil lebih higienis dibandingkan dengan detergen lainnya. Pasalnya pakaian bayi masih tidak diperkenankan memakai pelembut, pewangi, dan pemutih secara umum. Sehingga untuk menghindari kuman detergen memiliki formula khusus yang tidak dimiliki oleh detergen umum.

Tidak Menyebabkan Alergi

Bahan utama yang dijadikan oleh detergen khusus untuk pakaian bayi biasanya memang diutamakan yang bersahabat dengan kulit bayi. Dengan pemfokusan pada hal ini membuat setiap detergen khusus pakaian bayi tidak memiliki residu yang berbahaya untuk kulit. Sehingga gejala alergi, ruam, dan lain sebagainya dapat dihindarkan

6 Perawatan untuk Eksim Bayi

Saat kulit halus dan lembut bayi dipenuhi bercak merah, kering dan gatal, penyebabnya sering kali eksim. Biasa muncul ketika usia bayi sekitar 2 sampai 6 bulan,
1. Hindari Pemicu Iritasi Topikal
Banyak bayi memiliki kulit alergi terhadap parfum, pewarna, dan bahan kimia pada produk rumah tangga biasa seperti sabun, deterjen cucian, pelembut kain, dan bak mandi busa, oleh karena itu beralihlah ke Ougi Detergent, produk bebas aroma yang dapat membantu meringankan eksim. Selain itu, bebas dari pemutih, pewarna, pewangi, dan sabun yang dapat menimbulkan iritasi pada bayi.
2. Uji Alergi Makanan
Pemicu iritasi topikal bukanlah satu-satunya reaksi alergi yang dapat menyebabkan eksim. Untuk itu lakukan tindakan uji alergi makanan pada bayi.
3. Gunakan Krim Eksim yang Bagus
Mengoleskan krim eksim yang lembut dan bebas aroma adalah salah satu perawatan terbaik untuk eksim. Sebaiknya oleskan krim eksim beberapa kali sehari, terutama setelah mandi.
4. Hindari Kondisi Suhu yang Terlalu Panas pada Bayi
Memakai pakaian berbahan ringan dan tidak terlalu tebal dan bisa membuat anak mudah bernapas, “Banyak lapisan ringan dan tak terlalu tebal akan sangat bagus karena terlalu panas bisa membuat eksim menjadi lebih buruk.” Hindari kain yang tebal dan gatal seperti wol.
5. Hindari Terjadinya Kerusakan-kerusakan pada Lapisan Kulit Bayi
Karena eksim membuat kulit terasa gatal, menggaruk biasa terjadi. Untuk mencegah memburuknya ruam dengan luka dan infeksi, pertahankan kuku bayi agar tetap bersih, pendek, dan tertutup di malam hari. Berikan sarung tangan bayi saat anak tidur.
6. Konsultasi Dokter
Selalu konsultasikan pengobatan dengan dokter anak langganan Ibu jika eksim yang diderita bayi tidak kunjung sembuh.

Tips Mencuci Baju Bayi yang Baru Dibeli

Tips Mencuci Baju Bayi yang Baru Dibeli – Baju baru yang diberikan pada si kecil tidak bisa langsung digunakan. Penting sekali untuk ibu selalu mencuci pakaian dan perlengkapan bayi yang baru dengan baik. Untuk membantu anda, dibawah ini adalah beberapa tips mencuci baju bayi yang baru dibeli.

Hadirnya si buah hati membuat hari-hari anda semakin berwarna, begitupula dengan pasangan. Akhirnya, impian memiliki buah hati dapat tercapai dengan baik. Lahirnya bayi dengan sehat dan sempuna membawa kebahagiaan yang besar untuk anda dan keluarga.

Sebelum kelahiran si buah hati ke dunia umumnya seorang ibu telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Termasuk dengan perlengkapan dan baju yang akan dikanakan oleh si buah hati. Bahkan tidak sedikit orangtua yang dengan sengaja memilih segala perlengkapan baru untuk buah hatinya. Tidak heran memang, apalagi jika mengingat sudah menjadi naluri seorang orangtua untuk memberikan segal sesuatu yang terbaik untuk buah cintanya.

Mulai dari kasur, seprai, keranjang, mainan dan bahkan baju-baju mungil si kecil pun didapatkan dengan keadaan baru. Bahkan masih tertempel label pembelian berikut denga harga yang tertera diatasnya. Menanti si kecil lahir sudah menjadi hal yang tidak sabar dinanti sejak lama. Untuk itulah, kini kelahiran bayi akan membuat anda dibaut gembira dengan momen ini.

Akan tetapi sebaiknya, perlengkapan dan pakaian baru pada si buah hati tidak langsung dikenakan pada bayi. Alangkah lebih baik jika anda mencuci terlebih dahulu semua pakaian bayi dengan baik. Hal ini dikarenakan kulit bayi anda umumya masih begitu sensitif.

Sementara pakaian yang baru tidak menjamin kebersihan dengan baik. Meskipun anda melihat penampilan baju terlihat bersih. Namun sebenarnya, terdapat banyak zat berbahaya pada baju yang apabila dikenakan langsung pada si buah hati akan bereaksi bahaya untuk kulitnya.

Tips Mencuci Baju Bayi yang Baru Dibeli

Jadi demikian, setiap kali anda membeli baju baru atau perlengkapan lainnya untuk si buah hati. Sebaiknya, cuci terlebih dahulu peralatan tersebut sampai bersih dan baru kenakan sesuka hati anda untuk mereka.

Kulit bayi lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Oleh karenanya, jangan hanya memperhatikan kualitas dari bahan pakaian dan melihat kondisi baru dari baju bayi. Namun, anda pun penting untuk selalu mengetahui perawatan baju dan cara mencuci pakaian yang baru dibeli. Dengan begini maka si kecil akan dapat terhindar dari resiko atau masalah yang akan mungkin timbul dari penggunaan pakaian.

Selain itu, umumnya tidak semua baju bayi dapat dicuci dengan metode yang sama. Ada beberapa baju bayi yang memerlukan penanganan yang cukup khusus. Jadi demikian, sewaktu membeli penting sekali untuk anda selalu memperhatikan cara perawatan pakaian dengan baik.

Baju bayi yang terjaga dengan baik kebersihannya dan terawat dengan apik akan membuat pakaian terasa nyaman dan tahan lama. Sehingga demikian, anda tidak perlu khawatir mengenai keselamatan si kecil.

Nah, untuk membantu anda merawat baju yang baru saja dibeli. Kali ini kami jelaskan tips mencuci baju bayi yang baru dibeli dengan baik.

Tips Mencuci Baju Bayi yang Baru Dibeli

Sewaktu membeli pakaian untuk bayi atau anak anda. Sebaiknya jangan lupa untuk selalu mencucinya terlebih dahulu sebelum memakaikan pada si buah hati. Hal ini dilakukan untuk memastikan zat-zat tertentu yang mungkin berbahaya berkurang kadarnya.

Sebagaimana menurut seorang ahli mengatakan bahwa membiasakan mencuci pakaian anak bayi sebelum digunakan adalah hal yang baik. Hal ini penting dilakukan untuk mnegurangi kadar formaldehida yang terkandung dalam pakaian.

Perlu diketahui formaldehida adalah senyawa yang mudah menguap dan digunakan secara luas oleh industri tekstil dan pakaian. Kandungan formaldehida yang melebihi batas pada kain akan mungkin mengakibatkan iritasi pada selaput lendir, menyebabkan peradangan dan resiko kanker pada kulit.

Nah, dibawah ini adalah tips mencuci baju bayi yang baru dibeli dengan baik dan aman.

Cuci Semua Baju Setelah Dibeli

Adalah hal yang penting untuk ibu memperhatikan poin yang satu ini. Baju bayi anda mungkin terlihat bersih dan cerah ketika dibeli. Akan tetapi, ini bukan berarti baju tersebut bebas dari bahaya untuk bayi sewaktu dikenakan. Untuk itu, sebaiknya cuci semua jenis pakaian yang baru saja anda beli untuk si kecil.

Hal ini penting sekali dilakukan guna mencegah timbulnya alergi atau iritasi pada kulit si kecil. Selain itu, baju yang baru dibeli tidak menutup kemungkinan masih memiliki sisa debu pabrik dan zat-sat kimia dari proses pembuatannya.

Perhatikan Metode Perawatan

Pada saat hendak mencuci pakaian sebaiknya perhatikan metode perawatan baju yang tertera pada label. Hal ini penting sekali untuk memandu anda bagaimana mencuci dan merawat pakaian tersebut dengan baik. Ada beberapa jenis pakaian yang tidak dianjurkan dicuci dengan menggunakan mesin cuci sebab dapat merusak kain.
Untuk itu, pada saat hendak mencuci sebaiknya pahami dengan betul tata cara mencuci pakaian yang aman dan abik. Agar demikian, kualitas pakaian atau kain dapat terjaga dengan baik.

Gunakan Deterjen yang Aman Untuk Bayi

Penggunaan deterjen sewaktu mencuci tidaklah dapat dilakukan dengan sembarang. Hal ini kembali lagi dengan kondisi kulit si kecil yang masih begitu rentan dan sensitif. Sehingga mungkin penggunaan deterjen biasa akan mungkin menimbulkan resiko untuk kulit halusnya.

Jadi demikian, demi keamanan sebaiknya pilihlah deterjen yang memang dibuat khusus untuk bayi. Pastikan bahwa deterjen yang diguankan bebas pemutih, pewarna, pewangi ataupun kandungan yang akan dapat mengiritasi kulit bayi.

Pisahkan Pakaian Berwarna dengan Pakaian Kotor

Memilah pakaian bayi ketika hendak mencuci tidak hanya sebatas memisahkan antara baju berwarna dengan yang polos. Akan tetapi, ketika berhadapan dengan kegiatan mencuci bayi anda harus teliti. Pisahkan antara pakaian kotor dengan pakaian bayi yang hanya terdapat keringat.

Hal ini penting sekali untuk mencegah penyebaran kuman atau bakteri yang tersisa menempel pada pakaian lainnya. Untuk itu, maka sebaiknya pisahkan antara baju bayi dengan popok kainnya yang terkena dengan noda poopnya dan begitu seterusnya.

Perhatikan Penjemuran

Penting sekali untuk anda dapat menjemur pakaian si kecil sampai kering. Hanya saja, sebaiknya hindari menjemur dibawah sinar matahari yang terlalu terik. Apalagi membuat pakaian si kecil sampai kaku dan keras. Selain membuat pakaian sulit rapih. Tindakan ini akan mungkin membuat serat kain menjadi rusak. Pada akhirnya membuat si kecil yang menggunakan pakaian ini merasa tidak nyaman.

Untuk itu, cukup menjemur pakaian sampai kering dan lembut. Selain itu, pastikan agar anda menyetrikanya dengan baik untuk menghilangkan serangga yang menempel pada saat dijemur.

Memperhatikan tips mencuci baju bayi yang baru dibeli adalah hal yang penting dilakukan oleh orangtua. Hal ini tentu dilakukan untuk mencegah bahaya yang akan mungkin beresiko untuk kulit bayi. Demikianlah beberapa tips diatas semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembasan yang lainnya.

Tips Mencuci Pakaian Bayi yang Aman dan Nyaman

Memiliki bayi merupakan salah satu anugerah terindah yang dirasakan orang tua. Meski demikian, tidak jarang orang tua merasakan kerepotan saat mengurus perlengkapan bayi, termasuk cara mencuci baju bayi dengan aman.

Pada saat membeli baju bayi, coba perhatikan labelnya. Perhatikan tata cara mencuci yang disarankan. Meski mencuci baju bayi dengan tangan dapat dilakukan, namun hal itu dapat memakan banyak waktu dan energi. Sebaiknya pilih bahan baju bayi yang dapat dibersihkan dengan mesin cuci, terutama untuk baju yang dipakai sehari-hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencuci baju bayi, antara lain:

Deterjen yang sesuai
Sebagian bayi membutuhkan deterjen khusus terhadap pakaian yang mereka kenakan, terutama yang memiliki kulit sensitif. Kulit bayi yang sensitif lebih rentan terkena gangguan kulit, seperti alergi, eksim dan lain-lain. Namun, bagi bayi yang tidak memiliki keluhan tersebut, dapat menggunakan deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian anggota keluarga lain di rumah.

Anda dapat memilih deterjen cair dibandingkan yang berbentuk bubuk karena jauh lebih mudah dibilas dari pakaian. Dengan demikian risiko menyebabkan iritasi pada kulit bayi akan lebih rendah dengan menggunakan deterjen cair.

Ketika ingin mengganti deterjen, lakukan uji coba pada satu baju terlebih dahulu untuk melihat jika ada reaksi kulit. Sebaiknya hindari deterjen yang menggunakan bahan tambahan pelembut karena justru dapat menyebabkan iritasi pada kulitnya.

Cermati bahan baju bayi
Mencuci baju bayi dengan mesin cuci tentu akan sangat membantu meringankan pekerjaan tersebut. Namun, cermati lagi bahan-bahan baju yang dimaksud. Beberapa jenis bahan baju tidak dapat dicuci dengan mesin cuci. Sebaiknya sebelum membeli baju bayi, perhatian tindakan perawatan yang diperlukan.

Perhatikan Suhu air
Baju bayi dapat dicuci dengan air bersuhu hangat hingga panas dengan suhu di antara 30-40 derajat celcius. Tapi jika tidak memungkinkan, Anda tetap dapat menggunakan air dengan suhu normal.

Merendam baju
Baju bayi tidak terlepas dari noda. Mulai dari noda air susu, muntah ataupun buang air. Cara paling mudah menghilangkan noda tersebut adalah segera mencucinya. Namun, jika noda sudah terlanjut menempel, maka Anda dapat mencoba menghilangkannya dengan merendam diddalam air dan deterjen. Jika perlu, gunakan penghilang noda yang sebelumnya sudah dipastikan aman untuk baju bayi.

Pisahkan popok kain
Hindari menggunakan deterjen dengan bahan kimia yang keras pada popok kain. Gunakan deterjen khusus bayi dan air panas. Bilas popok kain minimal dua kali agar sisa sabun benar-benar hilang. Jika perlu, saat mencuci popok kain, pisahkan dengan baju bayi lainnya.

Sebelum baju bayi digunakan, cuci dulu hingga bersih, agar debu atau bahan-bahan lain yang dapat mengganggu kulit bayi dapat hilang. Beberapa jenis pakaian luar, seperti jaket, tidak perlu dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk perlengkapan bayi dengan perekat, kaitkan sebelum mencuci ataupun mengeringkan agar tidak tersangkut pada pakaian lainnya.

Bayi memiliki jenis kulit yang berbeda dengan orang dewasa. Perhatikan lebih lanjut mengenai bahan pakaian dan cara mencuci yang terdapat pada label. Konsultasikan kepada dokter jika kulit bayi mengalami iritasi.